Selasa, 09 Juli 2013

Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara komponen biotik dengan lingkungannya. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita dan mempengaruhi makhluk hidup sedangkan tempat hidup alami suatu makhluk hidup adalah habitat. Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik (interaksi) antara makhluk hidup dengan lingkungannya adalah ekologi.

Satuan makhluk penyusun ekosistem
a.    Individu, adalah satuan makhluk hidup tunggal di dalam ekosistem. Contoh: seekor semut, seekor kupu-kupu, sebatang pohon pisang.
b.    Populasi, adalah kumpulan makhluk hidup sejenis pada suatu tempat dan waktu tertentu. Contoh: populasi burung pipit, populasi kera, populasi rumput teki.

Perubahan populasi dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:
-    Emigrasi, yaitu perpindahan individu ke tempat lain.
-    Imigrasi, yaitu perpindahan individu dari tempat lain.
-    Kelahiran atau natalitas, dapat mengakibatkan kepadatan populasi bertambah.
-    Kematian atau mortalitas, dapat mengakibatkan kepadatan populasi berkurang.

c.    Komunitas, adalah semua populasi yang menempati daerah tertentu.
d.    Lingkungan, adalah segala sesuatu yang berada di sekeliling atau di luar makhluk hidup yang berpengaruh pada makhluk hidup tersebut.

Lingkungan dibedakan atas dua macam, yaitu:
-    Lingkungan biotik, yaitu lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup.
-    Lingkungan abiotik, yaitu lingkungan yang terdiri dari makhluk tak hidup.

e.    Ekosistem
1)    Berdasarkan proses terbentuknya:
-    Ekosistem alami, terbentuk secara alamiah. Contoh: danau, rawa, laut, hutan, padang rumput.
-    Ekosistem buatan, yang sengaja dibuat oleh manusia. Contoh: waduk, sawah, kolam, akuarium.

2)    Berdasarkan habitatnya
-    Ekosistem darat atau terestrial. Misalnya padang rumput, hutan, gurun, dan tundra.
-    Ekosistem perairan atau akuatik.

3)    Berdasarkan kadar garamnya
-    Ekosistem air tawar (kadar garam rendah), misalnya danau, kolam, dan sungai.
-    Ekosistem marine (kadar garam tinggi), misalnya laut dan samudera.
-    Ekosistem estuarin, terbentuk karena bercampurnya air laut dengan air tawar, misalnya teluk, muara sungai, dan rawa pasang surut.

4)    Berdasarkan tingkat kedalamannya
-    Daerah litoral, yaitu daerah yang berbatasan dengan darat. Banyak ditemukan ekosistem karang.
-    Daerah neritik, merupakan daerah laut dangkal dengan kedalaman sampai 200 meter. Terbagi atas 3 daerah yaitu supratidal, interdal, dan subtidal.
-    Daerah batial, daerah dengan kedalaman 200 sampai 2.000 meter.
-    Daerah abisal, daerah dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter dan tidak tembus cahaya.

5)    Berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya
-    Daerah fotik (eufotik), yaitu daerah yang masih memperoleh cahaya matahari.
-    Daerah disfotik, yaitu daerah di mana cahaya yang diterima bersifat remang-remang.
-    Daerah afotik, yaitu daerah yang tidak terkena cahaya matahari sehingga tidak terjadi fotosintesis.

f.    Biosfer
-    Keseluruhan ekosistem yang ada di bumi membentuk lingkungan dunia yang disebut biosfer.
-    Biosfer terdiri atas hidrosfer (perairan), litosfer (ekosistem daratan), dan atmosfer (udara).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar