Selasa, 09 Juli 2013

Akulturasi, dominasi, paternalisme, pluralisme, dan integrasi

Akulturasi terjadi ketika kebudayaan kedua kelompok ras yang bertemu mulai berbaur dan berpadu. Bentuk akulturasi ini tidak hanya terjadi antara kebudayaan dua kelompok masyarakat yang posisinya relatif sama, tetapi juga terjadi antara dua kelompok masyarakat yang posisinya tidak sama.

Dominasi terjadi jika suatu kelompok ras menguasai kelompok lain. Sebagai contoh, kedatangan orang kulit putih di Benua Asia, Afrika, Amerika, dan Australia. Dominasi ini banyak kita jumpai pula dalam pengelompokan lain. Kita banyak menjumpai ada suatu kelompok etnis mendominasi kelompok etnis yang lain, laki-laki mendominasi perempuan, dan orang kaya mendominasi orang miskin.

Ada beberapa macam kemungkinan proses yang berkaitan dengan dominasi. Kemungkinan-kemungkinan tersebut berupa pembunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap anggota suatu kelompok tertentu, pengusiran, perbudakan, segregasi, dan similasi.

Menurut Banton, paternalisme adalah suatu bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi. Banton mengemukakan bahwa pola ini muncul ketika kelompok pendatang yang secara politik lebih kuat mendirikan koloni di daerah jajahan. Dalam pola hubungan seperti ini, Banton membedakan tiga macam masyarakat, yaitu masyarakat metropolitan (di daerah asal pendatang), masyarakat kolonial yang terdiri atas para pendatang dan sebagian masyarakat pribumi, serta masyarakat yang dijajah. Dalam pola hubungan paternalisme ini, penduduk pribumi tetap berada di bawah kekuasaan penguasa pribumi. Namun, penguasa pribumi mengakui kedaulatan penguasa asing atas wilayah mereka. Pola hubungan paternalisme ini pernah diterapkan oleh Belanda saat menjajah Indonesia.

Menurut Banton, pluralisme merupakan suatu pola hubungan yang di dalamnya terdapat pengakuan persamaan hak politik dan hak perdata bagi semua warga masyarakat, tetapi memberikan arti penting pada kemajemukan kelompok ras daripada dalam pola integrasi. Dalam pola ini, solidaritas dalam masing-masing kelompok ras lebih besar.

Integrasi yang dimaksudkan Banton di sini adalah suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan makna penting pada perbedaan ras tersebut. Hak dan kewajiban yang terkait dengan ras seseorang hanya terbatas pada bidang tertentu saja dan tidak ada sangkut pautnya dengan bidang pekerjaan atau status yang diraih dengan usaha.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar