Senin, 01 September 2014

Manufacturer & Supplier Mercury in Surabaya Indonesia

Manufacturer & Supplier Mercury / Hidrargyrum (Hg) with 99.99% purity metals

http://tambangemasrakyat.net/wp-content/uploads/2014/05/Air-Raksa-1kg.jpg

We serve all the buyer either small (retail), medium scale (home industry), as well as large-scale (the manufacturer) and We serve purchases in Surabaya, East Java to the outer java islands is based on satisfaction and consumer trust into the our main motto.

We have direct cooperation with manufacturers of mercury so prices are very competitive.


Pure metallic mercury purity 99, 99%

with Competitive PriceRp 1,300,000 / kg   

you can negotiate prices for bulk purchases (and medium-scale manufacturers)

How to Purchase

Mercury purchases by customers by way of cash / cash and send / COD.
You will pay when the goods (Mercury) you have received.

There are Goods There are Money

Usage: widely used in electrical instrumentation industry, the manufacture of mercury rectifier equipment, vacuum pumps, measurement, control devices. In light industry, mercury is used in the manufacture of various mercury lamps, fluorescent lamps, ultraviolet lamps. Medical thermometer. In the chemical industry, are used for a variety of uses. It is also used in gold mining.

More Info Contact:
 
C.V. Rathomy Biokimia
Jl. Wonorejo Selatan gg. 3 kav. 160B, Rungkut, Surabaya, Indonesia
Tel: +62-031-72369235
Mobile: +62-08977242495
 
Email : fiqi_its@yahoo.com 

Minggu, 31 Agustus 2014

GOLD REFINING / Pemurnian Emas


Refining
, yaitu melakukan pengolahan logam kotor melalui proses kimia agar diperoleh tingkat kemurnian tinggi dengan tahapan sebagai berikut :

1. SMELTING ( peleburan ) adalah proses reduksi bijih ( abu hasil roasting atau cake hasil electrowinning ) pada suhu tinggi ( 1.200 oC ) hingga mendapatkan material lelehan.
smelting
Dengan menambahkan Flux formula, salah satunya Borax - Sodium Borate ( Na2B4O7. 10H2O ) sebagai bahan kimia tambahan untuk proses smelting. Fungsi borax dalam proses smelting yaitu mengikat kotoran penggangu selain logam ( slag / terak ). Sehingga ketika mencair, matte ( logam lelehan ) akan berada di bawah sedangkan bagian atas disebut slag / terak yang ditangkap oleh silika berupa semacam kaca yang mudah untuk dipecahkan. Produk reduksi selama proses pelelehan disebut Dore bullion (Au-Ag alloy).
alloy

2. SIZE REDUCTION ( Pengecilan ukuran ) yaitu mereduksi dore bullion (Au-Ag alloy) yang masih berukuran besar menjadi butiran-butiran kecil, sebelum diproses ke tahap parting. Idealnya besaran butiran sekitar diameter 2-3 mm dengan kadar emas 25% atau kurang.  Bila perlu dilakukan Quartering, yaitu menurunkan kadar emas dengan penambahan yang tepat dari tembaga atau perak agar tercapai kadar emas 25%.
size-reduction
Proses ini dilakukan berdasarkan proses perlakuan kimia untuk bahan fase padat yang umumnya sangat dipengaruhi oleh luas permukaan dari bahan padat tersebut. Semakin luas permukaannya, maka perlakuan kimia akan semakin baik. Dimana luas permukaan dari suatu bahan padat berhubungan erat dengan ukuran dari bahan tersebut, artinya semakin kecil ukuran dari bahan padat, maka permukaannya akan semakin luas.
 quartening


3. PARTING, yaitu proses untuk memisahkan emas dengan perak dan logam dasar dari dore bullion ( Au-Ag alloy ) dengan larutan asam nitrat ( HNO3 ). Dipasaran kita dapat temukan asam nitrat kadar 68%.
cukim
Hasil setelah perebusan terakhir, endapan yang ada sudah halus dan berwarna coklat seperti bubuk kopi. Endapan ini merupakan bullion emas ( High Au Bullion ) dengan kadar emas mencapai 98%, untuk hasil lebih baik dapat diproses dengan Aqua Regia agar dapat diperoleh kadar hingga 99.6%.
Sedangkan air hasil bilasan yang ditampung diember dilanjutkan pada proses hydrometalurgi untuk diambil peraknya.
bullion-au

4. MELTING. Untuk mendapatkan logam emas, endapan bullion emas ( High Au Bullion ) selanjutnya dilebur dengan penambahan borax ( Na2B4O7•10H2O ). Tujuan pemakaian borax di sini adalah selain untuk mengikat kotoran yang masih ada, juga untuk menahan bullion agar tidak beterbangan saat terkena hembusan dari blander nantinya.
melebur-emas
Setelah bullion dilebur akan tampak menggumpal seperti gumpalan di dasar kowi. Biarkan dingin dahulu beberapa detik hingga membeku sebelum dicongkel.
emas-panas
Bila menginginkan emas berwarna kuning mengkilat, caranya : dimasak dalam panci yang dipanaskan hingga dua kali proses pemasakan dengan larutan yang terdiri dari :
  • Salpeter / sendawa sebanyak 2 %
  • Tawas sebanyak 1 %,
  • NaCl sebanyak 1 %,
  • Air
Sendawa / Salpeter disebut juga niter, ada tiga mineral yang mendukung nama ini, salpeter biasanya adalah kalium nitrat ( KNO3 ), salpeter Norwegia / salpeter kapur / kalsium nitrat ( Ca(NO3)2 ), salpeter natrium / natrium nitrat ( NaNO3 ). 
emas murni

Unsur, Senyawa, dan Campuran

Secara umum, materi dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu unsur, senyawa, dan campuran. Unsur merupakan jenis materi yang paling sederhana dengan sifat fisika dan kimia yang unik. Suatu unsur hanya memiliki satu jenis atom penyusun. Oleh karena itu, unsur tidak dapat dibagi-bagi lagi baik secara fisika maupun secara kimia. Senyawa merupakan jenis materi yang tersusun dari dua atau lebih unsur yang berikatan kimia. Air, garam dapur dan karbon dioksida merupakan contoh senyawa yang umum. Campuran merupakan gabungan dua atau lebih zat tanpa perbandingan tertentu. Campuran ada yang berupa campuran homogen dan campuran heterogen. Baik unsur, senyawa dan campuran memiliki sifat-sifat dan masing-masing dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat-sifatnya. Banyak unsur, senyawa maupun campuran yang dapat digunakan sehari-hari.
A. Unsur, Senyawa, dan Campuran
1. Unsur

Sumber: WebElements PeriodicTable
Sudah sejak zaman dulu, para ahli fikir menduga bahwa ada zat-zat yang berfungsi sebagai zat dasar atau zat penyusun dari seluruh zat yang ada di alam semesta ini. Zat semesta itu disebut unsur (element). Suatu unsur merupakan bentuk yang paling sederhana dari materi. Unsur tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana. Oleh karena itu merupakan zat tunggal.
Gambar 2.1 Unsur emas



Unsur adalah bentuk paling sederhana dari suatu zat, terdiri hanya dari satu jenis atom saja. Sampai saat ini sudah lebih dari 115 unsur yang dikenal. Unsur-unsur dikelompokkan pada suatu tabel yang disebut Tabel Periodik Unsur. Pada Tabel Periodik, unsur-unsur dikelompokkan pada satu lajur vertikal dan lajur horizontal. Lajur vertikal disebut golongan dan lajur horizontal dinamakan perioda. Contoh tabel periodik tertera pada Gambar 2.2.




























Gambar 2.2 Tabel Periodik Unsur
Pada tabel periodik, unsur-unsur disusun berdasarkan golongan dan periodenya. Lajur vertikal menunjukkan golongan unsur, sedangkan lajur horizontal menunjukkan periodenya. Pada tabel periodik unsur terdapat 8 golongan unsur utama (golongan IA sampai VIIIA) dan 8 golongan unsur transisi (golongan IB sampai VIII B). Jumlah periode ada tujuh, pada perioda ke enam dan ke tujuh terdapat deretan unsur yang terpisah yang disebut unsur­unsur golongan lantanida dan aktinida. Selain itu unsur-unsur dikelompokkan pula berdasarkan sifat logam, non-logam dan semilogam. Penggolongan unsur ada pula yang menggunakan sistem IUPAC yaitu dengan penomoran mulai nomor I sampai 18, sehingga pada tabel periodik terdapat 18 golongan. Nama­nama golongan unsur tertera pada Tabel 2.1.
T
Nama Golongan
Lambang Golongan
Lama
IUPAC
Alkali
IA
1
Alkali tanah
IIA
2
Boron,Alumunium
IIIA
13
Karbon
IVA
14
Nitrogen, Fosfor
VA
15
Oksigen,Belerang
VIA
16
Halogen
VIIA
17
Gas Mulia
VIIIA
18


Nama Golongan
Lambang Golongan
Lama
IUPAC
Transisi
IIIB
3
Transisi
IVB
4
Transisi
VB
5
Transisi
VIB
6
Transisi
VIIB
7
Transisi
VIIIB
8
Transisi
VIIIB
9
Transisi
VIIIB
10
Transisi
IB
11
Transisi
IIB
12


abel 2.1 Nama golongan unsur-unsur
















  1. Nama Unsur dan Lambang Unsur
Masing-masing unsur memiliki nama ilmiah, nama tersebut ada yang diambil dari nama pembentuknya, sifatnya, nama benda langit, nama tempat, nama tokoh dan nama-nama ilmuwan. Unsur-unsur lebih banyak ditulis dalam lambangnya yang disebut lambang unsur. Beberapa nama unsur dan asal pemberian namanya tertera pada Tabel 2.2.
Tabel 2.2 Nama unsur dan asal penamaannya
No
Dasar Penamaan Unsur
Contoh
1.
Zat yang dibentuk
Hidrogen (hydor = air); oksigen (oxys = asam); nitrogen (nitro = basa); karbon (carbo = batubara). Kalsium (calx = kapur)
2.
Bau, rasa, atau warna
Khlor (chloros = hijau); Brom (bromos =pesing); iodium (iodes = ungu); luminium (alumen = pahit); berilium (beryl = manis).
3.
Nama benda langit
Helium (hellos = matahari); selenium (selene = bulan); uranium (Uranus); raksa atau merkuri Merkurius); serium (asteroid ceres).
4.
Nama tempat
Magnesium (Magnesia, daerah di Yunani); tembaga atau kuprum (Kypros, yaitu pulau Siprus); stronsium (strontia, daerah di Skotlandia); germanium (Jerman); scandium (Skandinavia).
5.
Nama tokoh mitologi
atau dongeng
Titanium (dewa raksasa); vanadium vanadis, dewa cinta Skandinavia); thorium (thor, dewa halilintar); amas atau aurum (aurora, dewi fajar); germanium (Jerman); niobium (nioba, cucu wanita zeus).
6.
Nama ilmuwan yang
berjasa
Kurium (Marie Curie); einsteinium (Albert Einstein); fermium (Enrico Fermi); nobelium (Alfred Nobel); hahnium (Otto Hahn).
7
Nama asli unsur dalam
bahasa Latin
Belerang atau sulfur; besi atau ferrum; perak atau argentums; timah atau stannum; seng atau zinkum.
8
Keadaan atau sifat
tertentu
Fosfor (phosphorus = bercahaya); mangan (magnes = bermagnit); barium (barys = berat); disprosium (dysprositos = sukar didapat); astatine (astatos = tak stabil).


Pada tahun 1813, seorang ahli kimia Swedia, Jons Jakob Berzelius (1779 - 1848) menciptakan lambang-lambang unsur dari huruf­huruf abjad sehingga mudah diingat. Menurut system Berzelius ini, unsur ada yang mempunyai lambang yang terdiri dari satu huruf atau dua huruf, misalnya: Hydrogen = H, Oksigen = 0, Natrium =Na dan Khlor = CI. Penulisan lambang unsur menurut Berzelius adalah ; lambang unsur ada yang diambil dari huruf pertama saja dan yang diambil dari nama dengan yang kedua atau yang ketiga. Huruf depan ditulis dengan huruf kapital, yang kedua atau ketiga memakai huruf keciL Lambang unsur berikut namanya dalam bahasa Latin, Inggris dan Indonesia tertera pada Tabel 2.3
Tabel 2.3 Lambang-lambang unsur dan nama unsur
Lambang
Unsur
Nama Latin
Nama Inggris
Nama Indonesia
Ag
Al
Au
Ba
Bi
Ca
Co
Cr
Cu
Fe
Hg
K
Mg
Mn
Na
Ni
Pb
Sn
Zn
As
Br
C
Cl
F
H
I
N
0
P
S
Si
Argentum
Aluminium
Aurum
Barium
Bismuth
Calcium
Cobaltum
Chromium
Cuprum
Ferrum
Hydrargyrum
Kalium
Magnesium
Manganum
Natrium
Nicculum
Plumbum
Stannum
Zincum
Arsenicum
Bromium
Carbonium
Chlorium
Fluorium
Hydrogenium
lodium
Nitrogenium
Oxygenium
Phosphorus
Sulphur
Silicum
Silver
Aluminium
Gold
Barium
Bismuth
Calcium
Cobalt
Chrome
Copper
Iron
Mercury
Potassium
Magnesium
Manganese
Sodium
Nickel
Lead
Tin
Zinc
Arsenic
Bromine
Carbon
Chlorine
Fluorine
Hydrogen
Iodine
Nitrogen
Oxygen
Phosphorus
Sulfur
Silicon
Perak
Aluminium
Emas
Barium
Bismuth
Kalsium
Kobal
Khrom
Tembaga
Besi
Raksa
Kalium
Magnesium
Mangan
Natrium
Nike!
Timbal
Timah
Seng
Arsen
Brom
Karbon
Khlor
Fluor
Hidrogen
lodium
Nitrogen
Oksigen
Fosfor
Belerang
Silicon






  1. Sifat Unsur
Unsur-unsur alam dibagi lagi menjadi unsur-unsur logam dan unsur-unsur bukan logam dan semilogam. Berikut ini contoh unsur-unsur yang bersifat logam, semilogam dan nonlogam.
Magnesium Silicon Belerang
Sumber: Encarta Ensikiopedi
Gambar 2.3 Unsur logam, semilogam dan bukan logam
Sifat logam, semilogam dan nonlogam dari unsur-unsur dapat diidentifikasi dengan menguji dayahantar listrik dan permukaannya. Beberapa sifat tertera pada Tabel 2.4.
Tabel 2.4 Sifat-sifat Unsur
Sifat-sifat unsur
Unsur
Logam
Semilogam
Non Iogam
Daya hantar Listrik
baik
baik
Tidak menghantar
Daya hantar panas
baik
baik
Penghantar yang Iemah
Penampilan/kenampakan
mengkilat
mengkilat
Tidak mengkilat
Kekerasan
keras
keras
Rapuh (yang berwujud
padat)
Titik Ieleh
tinggi
tinggi
rendah


Unsur-unsur memiliki sifat fisik dan sifat kimia. Sifat fisik meliputi kekerasan, titik didih, titik leleh, daya hantar listrik, daya hantar panas dan masa jenis. Sifat kimia meliputi kereaktifan, keelektronegatifan, sifat asam basa, daya oksidasi dan daya reduksi.
Contoh sifat fisik dan sifat kimia dari salah satu unsur yaitu tembaga tertera pada Tabel 2.5.
Tabel 2.5 Sifat fisika dan sifat kimia unsur tembaga
Sifat Fisika
Sifat Kimia
Coklat kemerah-merahan,
berkilau
Pada keadaan
yang lembab
lambat laun
terbentuk lapisan
hijau-biru
Mudah dibentuk,
lunak, dan mudah
ditempa
Penghantar panas
dan listrik yang baik
Dapat bereaksi
dengan asam
nitrat dan asam
sulfat
Dapat di lebur
dengan sang
membentuk
kuningan
Massa jenis = 8,95 g/cm3
Titik Ieleh = 1083 °C
Titik didih = 2570 °C
Dalam larutan
ammonia, lambat
lawn terbentuk
larutan biru tua
Sumber : Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change
Sifat unsur-unsur baik sifat fisika maupun sifat kimia berubah secara periodik, contohnya sifat fisik logam, umumnya titik leleh logam berubah mengikuti urutan logam pada periode maupun golongan unsur tabel periodik. Demikian pula sifat kimia, misalnya kereaktifan logam Na, Mg dan Al dengan air berbeda dari yang sangat reaktif, reaktif dan tidak reaktif.
c. Kegunaan unsur dalam kehidupan
Dalam kehidupan sehari-hari banyak unsur-unsur logam dapat dimanfaatkan secara langsung setelah unsur murni diolah dengan cara ditempa, digosok dan dibentuk sesuai dengan kegunaannya; contohnya emas, perak, platina, tembaga, aluminium dan seng. Logam biasanya ditemukan di alam dalam bentuk bijihnya yang masih bercampur dengan senyawa lain. Misalnya besi dalam bentuk pirit dan aluminium dalam bentuk bauksit. Bijih logam diolah dengan berbagai teknik pemisahan dan terakhir dimurnikan dengan cara elektrolisis. Contoh penggunaan logam­logam tertera pada Tabel 2.6.
Tabel 2.6 Unsur Iogam dan kegunaannya
Unsur Logam
Kegunaan
Paku, pagar, pintu, jembatan, dan
kerangka mobil
Alat-alat masak, kawat listrik, uang, dan patung
Perhiasan, cinderamata, dan
pelapis logam lain
Termometer
Sumber: WebElements Periodic Table

Besi merupakan unsur yang banyak digunakan dalam kehidupan mulai dari bahan baku jarum yang sangat kecil sampai konstruksi jembatan yang dapat menghubungkan dua pulau yang dibatasi oleh lautan. Beberapa kegunaan besi tertera pada Gambar 2.4.

Gambar 2.4 Benda- benda terbuat dari logam besi

Unsur non logam jarang yang digunakan langsung tetapi banyak digunakan dalam bentuk senyawanya. Beberapa kegunaan unsur non­logam dan kegunaannya tertera pada Tabel 2.7.
Tabel 2.7 Unsur non-logam dan kegunaannya
Unsur Non-Logam
Kegunaan
Gas untuk mengelas dan pernafasan
Pengisi lampu
Bahan larutan antiseptik
Sumber: WebElements Periodic Table
Unsur-unsur non logam ada yang berwujud padat, cair dan gas. Kegunaan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari sebagai unsurnya sangat jarang. Tetapi dalam bentuk persenyawaannya banyak dimanfaatkan.
2. Senyawa
Senyawa merupakan jenis materi yang tersusun dari dua atau lebih unsur yang berikatan kimia atau senyawa dibentuk dari dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia. Sifat suatu senyawa berbeda dengan sifat unsur-unsur penyusunnya. Contohnya adalah natrium klorida atau yang biasa dikenal dengan garam dapur.
Tabel 2.8 Sifat fisik dari natrium, kior, dan natrium klorida.
Sifat
Fisik
Natrium
+
Klor

Natrium
klorida


Titik Ieleh
97,8 °C



`
-101 °C
801 °C

Titik didih
881,4 °C
-34 °C
1413 °C
warna
perak
Kuning
kehijauan
Tidak
berwarna
(putih)
Massa
jenis
0 97
g/cm3
0 0032
g/cm3
2,16 g/cm3
Kelarutan
dalam air
reaktif
sedikit
banyak
Sumber : Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change
Senyawa natrium klorida pada suhu kamar berupa kristal berwarna putih. Natrium klorida dibentuk dari unsur natrium dan gas klorida. Unsur natrium pada suhu ruang berupa logam yang sangat reaktif dengan air, sedangkan kior pada suhu kamar merupakan gas berwarna kuning kehijauan, gas kior bersifat racun. Dari data terlihat sifat natrium klorida berbeda dengan sifat unsur-unsur natrium maupun kior, oleh karena itu sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur-unsur pembentuknya.


3. Campuran dan Pemisahan campuran
Banyak produk makanan dan minuman dikemas di dalam botol, plastik, atau kaleng yang berupa campuran berbagai bahan makanan dan zat tambahan. Pada kemasan tersebut tertera nama komponen penyusun campuran dan jumlahnya.
Gambar 2.5 Sirup Tjampolay
Campuran merupakan gabungan dua atau Iebih zat tanpa perbandingan tertentu. Campuran ada yang berupa campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran heterogen merupakan campuran yang masih memiliki batas yang dapat terlihat antara komponen-komponen penyusunnya. Campuran homogen merupakan campuran yang batas antar komponennya tidak terlihat. Campuran homogen dinamakan juga larutan, sedangkan campuran heterogen disebut juga suspensi. Contoh jenis campuran tertera pada Tabel 2.16.
Tabel 2.16 Jenis-jenis campuran
Jenis Campuran
Zat yang
dicampurkan
Penampilan campuran
Larutan
Air dan garam
Tak berwarna
Suspensi (padat dalam cair)
Air dan tepung
Keruh dan terlihat partikel padat
dalam zat cair
Suspensi (cair dalam cair)
Air dan minyak
Zat cair terpisah di bagian atas
dan bagian bawah


Komponen yang terdapat dalam larutan terdiri atas pelarut dan zat terlarut. Pelarut merupakan bagian yang melarutkan zat terlarut. Beberapa perbandingan antara pelarut dan zat terlarut tertera pada Tabel 2.18.
Tabel 2.18 Larutan dan komponennya
Larutan
Zat Terlarut
Pelarut
Udara
Oksigen 20%
Nitrogen 80%
Bensin 2 tax
Oli 5%
Bensin 95%
Air soda
Karbondioksida 0,2%
Air 99,8%
Cuka dapur
Asam asetat 25%
Air 75 %

a. Pemisahan Campuran
Garam dapur diperoleh melalui proses penguapan air laut. Penguapan merupakan salah satu cara memisahkan campuran atau suatu metode pemisahan. Metode pemisahan .bertujuan untuk mendapatkan zat murni atau beberapa zat murni dari suatu campuran. Berdasarkan tahap proses pemisahan, metode pemisahan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu metode pemisahan sederhana dan metode pemisahan kompleks. Metode pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan cara satu tahap. Proses ini terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang relatif sederhana. Metode pemisahan kompleks memerlukan beberapa tahapan kerja, diantaranya penambahan bahan tertentu ,pengaturan proses mekanik alat, dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan. Metode ini biasanya menggabungkan dua atau lebih metode sederhana. Contohnya, pengolahan bijih dari pertambangan memerlukan proses pemisahan kompleks.
Suatu zat dapat dipisahkan dari campurannya karena mempunyai perbedaan sifat. Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain sebagai berikut :
  1. Ukuran partikel
Bila ukuran partikel zat yang akan dipisahkan berbeda dengan zat pencampur maka campuran dapat dipisahkan dengan metode filtrasi (penyaringan). Jika partikel zat hasil lebih kecil daripada zat pencampurnya, maka dapat dipilih penyaring atau media berpori yang sesuai dengan ukuran partikel zat yang diinginkan. Partikel zat yang lebih kecil akan melewati penyaring dan zat pencampurnya akan tertinggal pada penyaring.
  1. Titik didih
Bila antara zat yang ingin dipisahkan dari zat pencampur memiliki titik didih yang jauh berbeda dapat dipisahkan dengan metode destilasi. Apabila titik didih zat yang ingin dipisahkan lebih rendah daripada zat pencampur, maka pada saat campuran dipanaskan antara suhu didih zat tersebut dan di bawah suhu didih zat pencampur, zat tersebut akan lebih cepat menguap, sedangkan zat pencampur tetap dalam keadaan cair dan sedikit menguap ketika titik didihnya terlewati. Proses pemisahan dengan dasar perbedaan titik didih ini bila dilakukan dengan kontrol suhu yang ketat akan dapat memisahkan suatu zat dari campurannya dengan baik, karena suhu selalu dikontrol untuk tidak melewati titik didih campuran.
3) Pengendapan
Suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam suatu campuran atau larutan tertentu. Zat-zat dengan berat jenis yng lebih besar daripada pelarutnya akan segera mengendap. Jika dalam suatu campuran mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan yang berbeda dan kita hanya menginginkan salah satu zat, maka dapat dipisahkan dengan metode sedimentasi atau sentrifugasi.

b. Jenis-jenis metode pemisahan
1) Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu. Teknik filtrasi menggunakan kertas saring digambarkan pada Gambar 2.6.











Sumber: Science Chemistry
Gambar 2.6. Teknik filtrasi

Metode filtrasi biasanya dimanfaatkan untuk memisahkan filtrate dari endapan zat kimia, menjernihkan preparat kimia di laboratorium atau membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan secara besar-besaran contohnya membersihkan air dari sampah pada pengolahan air.
Penyaring Buchner adalah penyaring yang terbuat dan bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap seperti yang tertera pada Gambar 2.7.
Sumber: Science Chemistry
Gambar 2.7 Penyaring Buchner

Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring Buchner mengakibatkan zat cair pada residu terhisap sehingga residu lebih kering.

2) Sublimasi
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Bahan-bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod. Sublimasi tertera pada gambar 2.7
Sumber: Science Chemistry


Untuk mendapatkan iodium yang murni dari campurannya dilakukan dengan sublimasi. Campuran iodium dipanaskan pada gelas kimia yang ditutup dengan wadah yang diisi es.
Gambar 2.8 Sublimasi
Kristal iodium murni akan menyublim berubah menjadi wujud gas dan memadat kembali karena pengaruh pendinginan.

3) Kristalisasi
K ristalisasi m erupakan m etode pem isahan untuk m em peroleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar m etode ini adalah
kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. K ristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi­pendinginan.
Sumber : Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change
Gambar 2.9 Kristalisasi



Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air laut.
Air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk kasar dan masih bercampur dengan pengotornya, sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali). Contoh lain adalah pembuatan gula pasir dari tebu. Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya, kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu tersebut menjadi kental, lewat jenuh, dan terjadi pengkristalan gula. Kristal ini kemudian dikeringkan sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir.
4) Destilasi
Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan adalah titik didih yang berbeda. Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat. Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan yang diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu. Rangkaian alat destilasi tertera pada Gambar 2.10.
Gambar 2.10 Destilasi
Destilasi digunakan adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih, pembuatan minyak atsiri dan memurnikan air minum.

5) Ekstraksi
Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu. Pada kegiatan praktikum pembuatan indikator alam, ekstraksi dapat digunakan untuk mengekstraksi zat warna bunga. Bahan pelarut biasanya alkohol.

6) Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorpsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan). Contoh proses kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk memisahkan tinta.